9 Kiat Sukses Saat Menjadi Narasumber Radio Talkshow

9 Kiat Sukses Saat Menjadi Narasumber Radio Talkshow

Radio Talkshow

9 Kiat Sukses Saat Menjadi Narasumber Radio Talkshow

Pernah ngga bicara dengan diri sendiri di depan cermin?  Berbicara pada diri sendiri dengan mata terfokus pada cermin, seolah-olah kita harus meyakinkan orang tersebut yang notabene adalah kita sendiri. Ternyata tidak mudah lho.. Kita bisa grogi saat melihat wajah kita sendiri, sehingga ujung-ujung-nya pasti akan terjadi :

1. Lupa mau ngomong apa. Mandeq. Mogok. Diam seribu bahasa.

2. Mata menatap ke atas atau ke kiri-kanan.

3. Keluar kata “eee”… “apa ya”.. “trus”..  secara berulang kali.

4. Lupa naskah atau poin-poin penting yang mau diutarakan.

Nahhh… Hal serupa juga saya alami saat menjadi narasumber Radio Talkshow di 7(tujuh) kota event Blogilicious yakni di Surabaya, Makassar, Medan, Palembang, Jogjakarta, Bandung dan Jakarta. Sepanjang perjalanan dari hotel tempatku menginap menuju Radio Station tersebut, walaupun diantar oleh teman-teman panitia lokal dan pembicara event Blogilicious, tetap saja yang namanya grogi itu muncul. Terkadang saya berusaha mencairkan debar hati dengan guyon atau lelucon garing, namun begitu memasuki pintu ruang interview Radio station tersebut untuk melakukan Radio Talkshow, mulai lagi deh, grogi-annya muncul. Setelah saya telaah, pikir-pikir (duilee…) ada kiat simple untuk menghindari 4 hal diatas.

9 Kiat sukses menjadi Narasumber Radio Talkshow

DeltaFM Medan Radio Talkshow

DeltaFM Medan Radio Talkshow

1.Berdoa dalam hati sesuai keyakinan masing-masing.

2. Walaupun tidak terlihat, datanglah dengan penampilan dan dandanan yang rapi, bernafas segar serta harum mewangi. Dengan begitu kita PeDe berbicara face to face dengan penyiar radio tersebut dan ngga malu-malu untuk tersenyum. Ingat. KePeDean kita saat datang mempengaruhi mood diri dan orang lain di sekitar kita.

PramborsFM Makassar Radio Talkshow

PramborsFM Makassar Radio Talkshow

3. Datanglah min. 15 menit sebelum Radio Talkshow dimulai. Dengan demikian, kita punya waktu untuk kenalan dengan si penyiar, sedikit brainstorming serta saling memberi input mengenai “behaviour” pendengar atau listeners siaran Radio tersebut.

4. Siapkan Poin-poin penting yang harus dibahas dalam gadget /hape. Jangan tulis di kertas. Jaga-jaga si penyiar minta pointers tersebut, kita tinggal forward ke email doi.

HardRockFM Palembang Radio Talkshow

HardRockFM Palembang Radio Talkshow

5. Pastikan seluruh gadget kita dalam keadaan “silent mode on” . Hape yang berbunyi saat siaran bisa membuyarkan konsentrasi kita sekaligus membuat Radio Talkshow-nya jadi aneh.

6. Jangan bicara terlalu dekat dengan Mic, karena bunyi nafas kita bisa masuk. Usahakan minimal jarak ke mic ke mulut sekitar 1 kepalan tangan.

BobotohFM Bandung Radio Talkshow

BobotohFM Bandung Radio Talkshow

7. Baca “bahasa tubuh”  dan sinyal si penyiar, agar kita tidak terpotong oleh iklan atau interupsi lainnya. Bisa kagok.

8. Buat agar Radio talkshow tersebut interaktif, biarkan si penyiar banyak bertanya. Bila ada telpon masuk dari pendengar, usahakan untuk mencatat nama orang tersebut dan inti pertanyaannya. Seorang pendengar merasa dihargai bila kita menjawab pertanyaan mereka dengan menyebut nama. Hal ini akan menjadi satu daya tarik tersendiri bagi si pendengar/audiences untuk “penasaran” dengan kita si”empu-nya suara” sehingga mereka tertarik untuk datang ke acara yang akan kita langsungkan.

9. Oiya satu hal lagi, usahakan agar ada teman atau partner yang menemani kita Radio Talkshow. Jadi partner tersebut dapat kita ajak interaksi dan bisa mengisi “kekosongan bahkan mengisi” saat kita tiba-tiba mengalami “blank” Di beberapa foto ini, saya ditemani oleh StevenS dan Jullian Gafar dari Berniaga.com membicarakan topik BlogMonetizing.

Nah, demikian sharing saya semoga artikel ini bermanfaat bagi teman-teman

9 Kiat sukses menjadi Narasumber Radio Talkshow

 

 

Facebook comments:

32 Responses »

  1. Iya juga ya mbak, nafas yang segar juga harus diperhatikan.
    Kalau gak ya gaswat, apalagi kalo bau jengkol / pete nafasnya, wkwkwk… :lol:
    Jadi pembawa acara / narasumber on air / live emang lebih ribet, gak seperti acara off air yang bisa diulang atau diedit :D

  2. Wihhhh……tepat bener ini tips, saya catat dan camkan baik baik, siapa tau ada undangan dari radio buat talkshow isi buku buku saya :D

    Thanks for share mba cantik :)

  3. Bawa teman, itu kayaknya yg paling mujarab,, dan kesegaran mulut itu yang utama :)

    JUGA jangan lupa makan perman cabe juga sebelum di wawancara :) biar suaranya HOT

    ixixixxi

  4. remind me — habis siaran kita makan steak deeeh… makasih ya mbak traktiran nya?
    sy suka poin ke…8: Seorang pendengar merasa dihargai bila kita menjawab pertanyaan mereka dengan menyebut nama. Hal ini akan menjadi satu daya tarik tersendiri bagi si pembaca untuk “penasaran” dengan kita si”empu-nya suara” sehingga mereka tertarik untuk datang ke acara yang akan kita langsungkan.

    –Bener skali, diingat org yg kita hormati wiiih bangga banget!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>